Kisah
selalu menjadi cerita yang akan terus bergulir selama jam dinding tak
kehilangan jarum-jarumnya untuk mendetakkan waktu dari detik ke detik...
Dan
cerita tak ubahnya cermin waktu yang memperlihatkan bayangan-bayangan
yang hanya akan memperjelas kesalahan atau apapun yang telah ku lakukan
di masalalu. Hanya itu! Selebihnya aku memaknainya sebagai pilihan
proses kedewasaan yang boleh aku ambil atau aku buang. Begitu?
Banyak kisah pahit di balik senyumku, ada sakit yang terus menusuk bahkan sampai aku menuliskan ini :).
Sakit
yang tak kunjung jera menghiasi hari abu-abuku. Dan bahkan aku tau,
banyak kesakitan di depan sana yang siap untuk menyerangku. Aku hanya
perlu mempersiapkan hati yang kuat.. Tapi hati yang kupunya sekarang
mungkin sudah lumpuh untuk berdiri tegap karena sudah terlalu sering
jatuh dalam sebuah kebuntuan dan manipulasi diri. Terlalu sering
kepura-puraan hadir begitu saja hanya untuk menyenangkan oranglain atau
sekedar menutupi sisi lelahku.. it's fair?!
Tentang cinta dan cita yang terpampang jelas masih mengambang di antara malam yang bimbang..
Perlu
langkah lain yang menuntunku di sini, tapi langkah yang sempat terhenti
pada satu pijakan itu kini telah pergi, bukan salahnya memang, tapi
salahku sendiri yang tak mau di tuntun lebih jauh. Aku menggunakan
sebuah alasan klasik ( ingin berkarir dulu ) untuk meninggalkan hati
seseorang yang sempat mewarnai putih hariku menjadi warna pelangi yang
begitu indah. Warna yang sekarang ku pudarkan...
Aku
tidak menyesal dengan keputusan -yang kata orang- seperti keputusan
anak kecil.. hahaha.. toh aku tak peduli dengan orang lain yang
menilaiku hanya pada satu sisi yang ku tunjukkan padanya ..
Tak
perlu beralasan untuk menguatkan hatiku untuk terus melangkah, di dalam
kerapuhanku aku menemukan lagi sebuah hati lain yang mampu membuatku
bangkit kembali... Hariku di warnai lagi oleh pelangi lain, tapi seiring
waktu, pelangi itu tak muncul lagi, ia tenggelam dalam kubangan mendung
yang ku buat sendiri...
Lagi-lagi
-kata orang bilang- aku terlalu berani menyakiti hati oranglain,
terlalu lancang membuat orang-orang yang menyanyangiku menjadi
membenciku. Tapi seberani kah itu aku? Tidak. Ada sebuah alasan di balik
tindakan.
Orang boleh mendefinisikan seperti apa aku ini, boleh mereka mengasingkanku atau datang sekedar untuk membuatku sakit lagi...
Aku
hanya sebuah prisma, aku menunjukkan sisiku pada mereka sesuai dengan
apa yang mau ku tunjukkan, tapi di balik semua itu, aku punya sisi lain
yang hanya aku sendiri yang boleh tau.
Beralih
dari cinta, CITA. cita?? Jatuh bangun pernah ku rasakan dalam citaku,
perjuanganku pernah terhenti karna hati yang manja ingin di maklumi.
Secara langsung maupun tidak, cinta menentukan citaku. Lihat saja saat
cintaku gagal, citaku ikut berantakan seakan tak mau ikut berbela
sungkawa.
Ah, berbicara tentang Cinta dan Cita, mengingatkan lagi tentang kebodohan-kebodohan yang pernah ku lakukan. Lucu tapi Sakit.
Haruskah
aku membiarkan cinta dan citaku mengambang terus seperti sekarang?! Aku
tau jawabannya pasti TIDAK karena hanya orang-orang berjiwa kerdil yang
terus menangisi nasibnya sepertiku dulu :P. Aku yakin semua akan indah
pada waktunya nanti. Aku tak akan menunggu untuk itu tapi aku akan
mengejarnya.
Eh ya, bukankah untuk jatuh cinta hanya perlu hati yang siap terluka? sementara aku sudah punya hati itu.
Dan untuk cita, perlu mental yang gagah. :) ups, bener ga ya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar