Be strong enough to face the world each day, Be weak enough to know you can not do everything alone. Be wise enough to know that you do not know everything. Be willing to share your joys. Be willing to share the sorrows of others.

Jumat, 13 Januari 2012

sedikit cerita

Kisah selalu menjadi cerita yang akan terus bergulir selama jam dinding tak kehilangan jarum-jarumnya untuk mendetakkan waktu dari detik ke detik...

Dan cerita tak ubahnya cermin waktu yang memperlihatkan bayangan-bayangan yang hanya akan memperjelas kesalahan atau apapun yang telah ku lakukan di masalalu. Hanya itu! Selebihnya aku memaknainya sebagai pilihan proses kedewasaan yang boleh aku ambil atau aku buang. Begitu?

Banyak kisah pahit di balik senyumku, ada sakit yang terus menusuk bahkan sampai aku menuliskan ini :).
Sakit yang tak kunjung jera menghiasi hari abu-abuku. Dan bahkan aku tau, banyak kesakitan di depan sana yang siap untuk menyerangku. Aku hanya perlu mempersiapkan hati yang kuat.. Tapi hati yang kupunya sekarang mungkin sudah lumpuh untuk berdiri tegap karena sudah terlalu sering jatuh dalam sebuah kebuntuan dan manipulasi diri. Terlalu sering kepura-puraan hadir begitu saja hanya untuk menyenangkan oranglain atau sekedar menutupi sisi lelahku.. it's fair?!


Tentang cinta dan cita yang terpampang jelas masih mengambang di antara malam yang bimbang..
Perlu langkah lain yang menuntunku di sini, tapi langkah yang sempat terhenti pada satu pijakan itu kini telah pergi, bukan salahnya memang, tapi salahku sendiri yang tak mau di tuntun lebih jauh. Aku menggunakan sebuah alasan klasik ( ingin berkarir dulu ) untuk meninggalkan hati seseorang yang sempat mewarnai putih hariku menjadi warna pelangi yang begitu indah. Warna yang sekarang ku pudarkan...
Aku tidak menyesal dengan keputusan -yang kata orang- seperti keputusan anak kecil.. hahaha.. toh aku tak peduli dengan orang lain yang menilaiku hanya pada satu sisi yang ku tunjukkan padanya ..


Tak perlu beralasan untuk menguatkan hatiku untuk terus melangkah, di dalam kerapuhanku aku menemukan lagi sebuah hati lain yang mampu membuatku bangkit kembali... Hariku di warnai lagi oleh pelangi lain, tapi seiring waktu, pelangi itu tak muncul lagi, ia tenggelam dalam kubangan mendung yang ku buat sendiri...
Lagi-lagi -kata orang bilang- aku terlalu berani menyakiti hati oranglain, terlalu lancang membuat orang-orang yang menyanyangiku menjadi membenciku. Tapi seberani kah itu aku? Tidak. Ada sebuah alasan di balik tindakan.

Orang boleh mendefinisikan seperti apa aku ini, boleh mereka mengasingkanku atau datang sekedar untuk membuatku sakit lagi...
Aku hanya sebuah prisma, aku menunjukkan sisiku pada mereka sesuai dengan apa yang mau ku tunjukkan, tapi di balik semua itu, aku punya sisi lain yang hanya aku sendiri yang boleh tau.

Beralih dari cinta, CITA. cita?? Jatuh bangun pernah ku rasakan dalam citaku, perjuanganku pernah terhenti karna hati yang manja ingin di maklumi. Secara langsung maupun tidak, cinta menentukan citaku. Lihat saja saat cintaku gagal, citaku ikut berantakan seakan tak mau ikut berbela sungkawa.

Ah, berbicara tentang Cinta dan Cita, mengingatkan lagi tentang kebodohan-kebodohan yang pernah ku lakukan. Lucu tapi Sakit.

Haruskah aku membiarkan cinta dan citaku mengambang terus seperti sekarang?! Aku tau jawabannya pasti TIDAK karena hanya orang-orang berjiwa kerdil yang terus menangisi nasibnya sepertiku dulu :P.  Aku yakin semua akan indah pada waktunya nanti. Aku tak akan menunggu untuk itu tapi aku akan mengejarnya.
Eh ya, bukankah untuk jatuh cinta hanya perlu hati yang siap terluka? sementara aku sudah punya hati itu.
Dan untuk cita, perlu mental yang gagah. :) ups, bener ga ya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar