Jemariku sudah terlalu lama terbujur kaku hanya dalam kekalutan. Kini sudah saatnya kah kembali berdansa lagi? haa, let's go to the floor..
Untuk
sekian lama, entah hari, entah bulan, entah tahun, aku sudah hampir
saja amnesia tentang impianku. Entah untuk berapa
alasan aku ragu atas kemampuanku, kini aku tau bahwa aku masih tidak
mampu.. hanya saja, aku merasa perlu menulis. Aku tak tau jalan lain
yang bisa aku tapaki untuk mengeluarkan emosi saat tangisanku sudah
mengering dan tak berarti lagi.
Gejolak meledaklah sudah, amarah
melerah, jantung berkidung, satu kata : damai. Seperti sebuah
pembebasan aku bisa bercumbu dengan huruf-huruf lagi, menelanjangi
pikiranku dan menuangkannya di atas kata-kata...Aku tak peduli lagi
dengan gurauan cobaan demi cobaan yang ku hadapi, aku sudah lelah
membiarkan jemariku kaku.
Ah, tak terlukis lagi sebuah
pembebasan yang ku lakukan sendiri, karena aku kembali. Diantara pelukan
sang kata-kata. ya, Aku kembali.
Bagai terbangun dari sebuah mimpi panjang karena satu ciuman pangeran..(lebeh) :*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar