Sejuk senyummu membangkitkan lagi gairah yang lama coba ku usangkan..
Redup hadirmu bersinar lagi dalam kepingan kalbuku.
Bagaimana mungkin aku menolak untuk melengkapi senyummu yang berbelit-belit itu?
Senyum yang hambar mengumbar lukamu untuk sakit yang kau uraikan..
Ah, senyum itu..
Membuaiku terus mengikuti jejakmu,
menuntun hati untuk kesekian kali
meski dalam tertatih..
fo my love. 23 nov 11
Tidak ada komentar:
Posting Komentar